SISTEM BISNIS PERUSAHAAN
Nilai bisnis yang utama dari hubungan pelanggan saat ini adalah tidak terbantahkan. Bisnis yang berfokus pelanggan merupakan salah satu strategi bisnis puncak yang dapat didukung oleh teknologi informasi. Banyak perusahaan yang
melaksanakan inisiatif bisnis manajemen hubungan pelanggan ( customer relationship
manajement – CRM ).
CRM
menggunakan teknologi informasi untuk menciptakan system perusahaan lintas fungsional yang
terintegrasi dan mengotomatisasi banyak proses melayani pelanggan pada penjualan, pemasaran, dan
layanan pelanggan yang
berinteraksi dengan pelanggan perusahaan.
System
CRM juga menciptakan kerangka kerja TI dari perangkat lunak dan basis data berbantu situs yang
mengintegrasikan semua
proses ini dengan sisa operasi bisnis perusahaan. System CRM
menyertakan modul perangkat lunak perushaan yang
menyediakan alat untuk memudahkan sebuah bisnis dan karyawannya untuk mengirimkan layanan yang cepat,
nyaman, dapat diandalkan, dan
konsisten kepada pelanggannya.
Perangkat lunak CRM membantu pelaku penjualan, pemasaran,
dan layanan menangkap dan melacak data yang relevan mengenai setiap kontak di masa lalu dan yang direncanakan dengan kemungkinan dan pelanggan,
layaknyabisnis lainnya dan peristiwa siklus hidup pelanggan. Informasi yang
ditangkap dari seluruh titik sentuh pelanggan, seperti telepon, faks,
surat elektronik,
situs perusahaan, toko ritel, kios,
dan kontak pribadi. System CRM menyimpan data yang berbasis data
pelanggan yang mengintegrasikan
seluruh akun informasi pelanggan dan membuatnya tersedia di seluruh perusahaan melalui internet,
intranet, atau tautan jaringan lainnya untuk penjualan, pemasaran,
layanan, dan
aplikasi
CRM lainnya.
Sebuah
system CRM menyediakan perwakilan penjualan dengan alat perangkat lunak dan sumber data perusahaan
yang mereka butuhkan untuk mendukung dan mengelola aktivitas penjualan mereka, dan mengoptimalkan penjualan silang dan penjualan keatas.
Contoh-contohnya meliputi penjualan informasi produk,
konfigurasiproduk, dan kemampuan penghasil penawar penjualan. Sebagai contoh, suatu system CRM akan mengingatkan perwakilan penjualan di Bank
untuk menghubungi nasabah yang mneyimpan dalam jumlah besar untuk menjual
kredit utama mereka atau layanan investasi.
Perangkat lunak CRM membantu pelaku pemasaran
menangkap dan mengelola data calon pembeli dan respon pelanggan dalam basis
data CRM dan menganalisa pelanggan dan nilai bisnis dari kampanye pemasaran
langsung perusahaan.
CRM menyediakan perwakilan layanan dengan alat
perangkat lunak dan sebuah akses seketika pada basis data pelanggan biasa yang
dibagi pelaku penjualan da pemasaran.
Mempertimbangkan hal-hal berikut ini :
·
Biayanya enam
kali lebih untuk menjual kepada pelanggan baru daripada menjual kepada yang
sudah ada.
·
Pelanggan yang
umumnya tidak puas akan menyampaikan kepada delapan sampai sepuluh orang mengenai
pengalamannya.
·
Sebuah
perusahaan dapat dinaikkan keuntungan sampai 85% dengan menambha retensi
pelanggan tahunannya hanya sebesar 5%.
·
Hambatan dari
menjual sebuah produk kepada pelanggan baru sebsar 15%, dimana hambatan dari
menjual sebuah produk kepada pelanggan yang sudah ada sebesar 50%.
·
Tujuh puluh
persen dari keluhan pelanggan akan melakukan bisnis dengan perusahaan kembali
apabila masalah layanan ini segera diurus.
Tiga Tahapan CRM
CRM sebagai sebuah sistem
terintegritasi dari alat perangkat lunak berbantu situs dan basis data yang
menyelesaikan berbagai proses bisnis yang berfokus pada pelanggan yang
mendukung tiga tahapan dari hubungan antara sebuah bisnis dengan pelanggannya.
·
Mendapatkan :
sebuah bisnis mengandalkan pada alat perangkat lunak CRM dan basis data untuk
membantunya mendapatkan pelanggan baru dengan melakukan pekerjaan yang lebih
tinggi dari manajemn kontak, prospek penjualan, penjualan, pemasaran langsung
dan pemenuhan. Tujuan dari fungsi CRM ini adalah membantu pelanggan memahami
nilai dari sebuah produk superior yang ditawarkan oleh perusahaan terkemukan.
·
Meningkatkan .
manajemen akan berbantu situs dan layanan pelanggan, serta alat pendukung
membantu menjaga pelanggan tetap puas oleh layanan unggul dari tim penjualan
yang responsive dalam jaringan dan layanan khusus, serta mitra bisnis. Tenaga
penjualan CRM dan alat pemasaran langsung serta alat pemenuhan membantu
perusahaan menjual silang dan menjual ke atas kepada pelanggannya. Nilai yang
dilihat pelanggan adalah kenyamanan pada satu tempat berbelanja dengan harga
yang menarik.
·
Mempertahankan .
perangkat lunak dan basis data analiti CRM membantu perusahaan mengidentifikasi
secara proaktif dan menghargai pelanggan yang paling loyal dan menguntungkan
serta memperluas bisnis mereka melalui target pemasaran dan program hubungan
pemasaran. Nilai yang dilihat oleh pelanggan adalah hubungan bisnis pribadi
yang berharga dengan perusahaan mereka.
Manfaat dan Tantangan dari CRM
CRM memungkinkan sebuah bisnis untuk
mengidentifikasi dan membuat target bagi pelanggan yang terbaik - mereka yang
paling menguntungkan bisnis – sehingga mereka dapat dipertahankan sebagai
pelanggan abadi untuk mendapatkan layanan yang lebih banyak dan lebih
menguntungkan.
CRM juga dapat melacak kapan pelanggan
menghubungi perusahaan, terlepas dari titik kontak. Sistem CRM dapat memudahkan
sebuah perusahaan untuk menyediakan pengalaman pelanggan yang konsisten dan
layanan dan dukungan superior di seluruh titik kontak yang dipilih pelanggan.
Manfaat ini akan memberikan nilai bisnis strategis kepada perusahaan dan nilai
pelanggan utama kepada pelanggannya.
Kegagalan CRM
Alasan utama kegagalan atau ketidakpuasan dari gagasan
CRM adalah hal yang cukup akrab :
·
Kurangnya
pemahaman dan persiapan
·
Terlalu sering manajer
bisnis bergantung pada aplikasi baru yang utama dari teknologi informasi
(seperti CRM) untuk menyelesaikan masalah bisnis tanpa terlebih dahulu
mengembangkan perubahan proses bisnis dan mengubah program manajemn yang
dibutuhkan.
Contoh
:
-
Proyek CRM yang
gagal diterapkan tanpa adanya keikutsertaan pemangku kepentingan bisnis
-
Karyawan dan
pelanggan tidak dipersiapkan terhadap proses baru atau tantangan yang merupakan
bagian dari implementasi CRM baru.
|
Jenis CRM
|
Nilai Bisnis
|
|
CRM Operasional
|
v Mendukung interaksi pelanggan dengan kenyamanan yang
lebih besar melalui berbagai saluran termasuk telepon, faksimilie, surat
elektronik, obrolan, dan perangkat bergerak
v Menyingkronisasi interaksi pelanggan secara
konsisten di selurih saluran
v Membuat perusahaan anda lebih muda melakukan bisnis
bersama
|
|
CRM Analitis
|
v Mengambil historis pelanggan dengan mendalam,
preferensi, dan informasi profitabilitasi dari gudang data anda dan basis
data lainnya
v Memungkinkan anda untuk menganalis, memprediksi, dan
memperoleh nilai pelanggan dan perilaku serta perkiraan permintaan
v Membantu anda mendekati pelanggan anda dengan
informasi yang relevan dan menawarkan yang disesuaikan dengan kebutuhan
mereka
|
|
CRM Kolaboratif
|
v Memungkinkan kolaborasi yang mudah dengan pelanggan,
pemasok, mitra
v Meningkatkan efisiensi dan integrasi di seluruh
rantai pasokan
v Memudahkan respon yang lebih besar terhadap
kebutuhan pelanggan melalui penyediaan produk dan layanan di luar perusahaan
anda
|
|
CRM Berbasis Portal
|
v Menyediakan seluruh pengguna dengan alat dan
informasi yang sesuai dengan aturan dan preferensi individu
v Memperkuat semua karyawan untuk merespon permintaan pelanggan
dengan lebih cepat dan bersungguh-sungguh berfokus pada pelanggan
v Menyediakan
kemampuan segera untuk mengakses, menghubungkan, dan menggunakan seluruh
informasi pelanggan internal dan eksternal
|
Perencanaan Sumber Daya Perusahaan : Kekuatan Bisnis
Berbagai
macam bisnis saat ini telah mengimplementasikan sistem perencanaan sumber daya
perusahaan (enterprise resource planning – ERP ).
ERP bertindak
sebagai kekuatan transaksional lintas fungsional yang mengintegrasikan dan
mengotomatisasi banyak proses bisnis internal dan sistem informasi dalam fungsi
pabrikasi, logistic, distribusi, akuntansi, dan sumber daya manusia dalam
sebuah perusahaan
ERP
juga bertindak sebagai perangkat lunak yang penting dibutuhkan untuk
mengintegrasikan dan mencapai proses lintas fungsional yang dihasilkan.
Apa yang dimaksud
ERP merupakan kekuatan teknologi dari bisnis elektronik, sebuah kerangka
kerja transaksi di seluruh perusahaan berkaitan dalam pengolahan pesanan
penjualan, manajement dan pengendalian persedian, perencanaan produksi dan
distribusi, dan keuangan.
1 Perencanaan Sumber Daya Perusahaan adalah sistem
perusahaan lintas fungsional yang dibawa oleh seperangkat modul perangkat lunak
terintegrasi yang mendukung proses dasar bisnis internal dari sebuah
perusahaan.
Sebagai contoh : perangkat lunak ERP untuk perusahaan
pabrikasi umumnya mengelola data dari dan melacak status penjualan, persediaan,
pengapalan, penagihan, sebagaimana memperkirakan barang mentah dan kebutuhan
sumber daya manusia.
2 ERP memberikan perusahaan sebuah tampilan seketika
yang terintegrasi dari proses bisnis utamanya, seperti produksi, pengolahan
pesanan, dan manajement persediaan, bergabung bersama-sama dalam aplikasi
perangkat lunak ERP dan basis data yang dikelola oleh sistem manajement baisi
data.
3 Seperangkat perangkat lunak biasanya terdiri atas
modul terintegrasi dari pabrikasi, distribusi, penjualan, akuntansi, dan
aplikasi sumber daya manusia.
v Contoh-contoh
proses pabrikasi pendukung :
·
Perencanaan
kebutuhan papan,
·
Perencanaan produksi, dan
·
Perencanaan
kapasitas.
v Beberapa
proses penjualan dan pemasaran yang didukung oleh ERP :
·
Analisis
penjualan,
·
Perencanaan
penjualan, dan
·
Analisis harga.
v Aplikasi
distribusi umum :
·
Manajemen
pesanan,
·
Pembelian, dan
·
Perencanaan
logistic.
4 Sistem ERP mendukung banyak proses sumber daya manusia
yang penting, mulai dari perencanaan kebutuhan personel untuk pembayaran gaji
dan administrasi manfaat, dan menyelesaikan catatan penyimpanan keuangan yang
paling dibutuhkan dan aplikasi akuntan manajerial.
Manfaat dan Tantangan dari ERP
Sistem ERP dapat
menghasilkan manfaat bisnis yang signifikan bagi perusahaan. Banyak perusahaan
lainnya yang telah menemukan nilai bisnis utama dalam penggunaan ERP pada
beberapa cara dasar :
·
Kualitas dan Efisiensi
ERP membuat
sebuah kerangka kerja untuk mengintegrasikan dan meningkatkan proses bisnis
internal perusahaan yang menghasilkan perbaikan yang signifikan dalam kualitas
dan efisiensi layanan pelanggan, produksi dan distribusi.
·
Berkurangnya Biaya
Banyak
perusahaan melaporkan pengurangan yang signifikan dalam biaya pengolahan
transaksi dan perangkat keras, perangkat lunak, dan staf pendukung TI
disbanding dengan warisan sistem yang tidak terintegrasi yang telah digantikan
oleh sistem ERP mereka yang baru
·
Pendukung Keputusan
ERP menyediakan
informasi lintas fungsional yang penting atas kinerja bisnis bagi manajer
dengan cepat untuk memperbaiki kemampuan dalam membuat keputusan yang lebih
baik dengan cara yang terjadwsal di seluruh bisnis perusahaan.
·
Ketangkasan perusahaan
Mengimplementasikan
sistem ERP memecah banyak departemen terdahulu dan halangan fungsional atau
“silos” dari proses bisnis, sistem informasi, dan sumber daya informasi.
Menghasilkan struktur organisasi yang lebih fleksibel, tanggung jawab
manajerial dan aturan kerja, dan untuk organisasi yang lebih tangkas dan
adaptif serta tenaga kerja yang lebih memanfaatkan kesempatan bisnis baru.
Biaya – Biaya ERP
Biaya perangkat keras dan perangkat lunak hanyalah bagian kecil dari
total biaya diantaranya:
Ø Biaya pengembangan proses bisnis baru (rekayasa ulang)
dan
Ø Menyiapkan karyawan untuk sistem baru (pelatihan dan
manajemen perubahan) dan membuat sebagian besar pengimplenetasian sistem ERP.
Biaya dan resiko dari kegagalan dalam pengimplementasian sistem EP baru
menjadi dasar. Kebanyakan perusahaan memiliki implementasi ERP yang berhasil,
tetapi perusahaan-perusahaan minoritas yang cukup besar mengalami kegagalan
spektakuler dan mahal yang sangat merusak keseluruhan bisnisnya. Kerugian besar
dalam pendapatan, keuntungan, dan pangsa pasar terjadi ketika inti proses
bisnis dan sistem informasi gagal dan tidak bekerja sepenuhnya.
Penyebab Kegagalan ERP
Kegagalan untuk melibatkan karyawan yang terkena dampak dalam tahap
perencanaan dan pengembangan dan untuk mengubah program manajemen, atau mencoba
melakukan banyak hal dan terlalu cepat dalam proses konversi dan pengetesan
data yang memadai merupakan penyebab lain dari kegagalan. Dalam banyak kasus,
kegagalan ERP juga disebabkan kepercayaan yang berlebihan dari perusahaan atau
manajemen TI atas pernyataan penjual perangkat lunak ERP atau atas bantuan dari
perusahaan konsultan bergengsi yang dipekerjakan untuk memimpin implementasi.
Tren Dalam ERP
Saat ini ERP masih terlibat – mengadaptasi pengembangan teknologi dan
permintaan pasar. Empat tren terpentin yang membentuk evolusi keberlanjutan
dari ERP :
ü Pengembangan dalam integrasi dan fleksibilitas,
ü Perluasan aplikasi bisnis elektronik,
ü Jangkauan yang lebih jauh ke pengguna baru, dan
ü Adopsi teknologi internet.
Manajemen Rantau Pasokan : Jaringan Bisnis
Memulai bisnis elektronik membutuhkan ide,
modal, dan kecerdasan teknis. Membutuhkan manajemen rantai pasokan (supply
chain management- SCM). Strategi SCM yang berhasil didasarkan pada akurasi
pengolahan pesanan, manajemen persediaan sesuai waktu, dan pemenuhan pesanan
terjadwal. Pentingnya peningkatan SCM mengilustrasikan bagaimana sebuah alat
yang merupakan proses teoretis pada 10 tahun lalu sekarang menjadi senjata hebat
yang kompetitif.
Pada dasarnya, manajemen rantai pasokan (
supply chain management – SCM) membantu sebuah perusahaan mendapat produk yang
tepat ke tempat yang benar diwaktu yang tepat, dalam jumlah yang memadai dan
biaya yang dapat diterima.
Tujuan SCM :
·
Mengelola proses
secara efisien dengan mengelola permintaan ;
·
Mengendalikan
persediaan;
·
Meningkatkan
jaringan hubungan bisnis yang dibina perusahaan dengan pelanggan, pemasok,
distributor, dan lain-lain;
·
Serta menerima
umpan balik terhadap status tautan di setiap hubungan dalam rantai pasokan.
Untuk mencapai tujuan ini ,
perusahaan berubah pada teknologi Internet untuk memungkinkan akses situs bagi
proses rantai pasokan mereka, mengambil keputusan, dan aliran informasi.
Manajemen rantai pasokan adalah sistem antar perusahaan lintas fungsional
yang menggunakan teknologi informasi untuk membantu mendukung dan mengelola
hubungan antara beberapa kunci proses bisnis sebuah perusahaan dengan pemasok
pelanggan, dan mitra bisnis.
Tujuan dari
SCM adalah untuk membuat jaringan hubungan bisnis yang cepat, efisien, dan
berbiaya rendah, atau rantai pasokan,
untuk mendapatkan produk perusahaan dari konsep ke pasar.
¨



Siklus hidup Rantai Pasokan



Siklus hidup Rantai Pasokan
¨
Proses
Fungsional SCM
|
Sumber dan
Pengadaan yang Strategi
|
Perkiraan dan
Perencanaan
|
|
Pemenuhan Pesanan Pelanggan/
Layanan
|
|
|
Jaringan Distribusi dan Pengoperasian Gudang
|
|
|
Logistik Produksi
|
Manajemen Transportasi dan
Pengapalan
|
¨
Solusi SCM
Terintegrasi
Internet
Gambar di atas merupakan proses – proses bisnis dasar dalam siklus hidup
rantai pasokan dan proses SCM fungsional yang mendukung mereka. Gambar tersebut
juga menekankan banyak perusahaan saat ini merekayasa ulang proses rantai
pasokan mereka, berbantu teknologi Internet dan perangkat lunak manajemen
rantai pasokan.
Contoh :
Permintaan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif saat ini mendorong
pabrikasi menggunakan intranet dan portal situs perdagangan komersial mereka
untuk membantu merekayasa ulang hubungan mereka dengan pemasok, distributor dan
pemasok.
Tujuannya :
Pertukaran Data Elektronik
Pertukaran data elektronik(electronic
data interchange – EDI ) adalah
salah satu penggunaan paling awal dari teknologi informasi untuk manajemen
rantai pasokan. EDI melibatkan pertukaran dokumen transaksi bisnis melalui
Internet dan jaringan lainnya antara mitra dagang rantai pasokan (organisasi
dan pelanggan mereka serta pemasok).
Perangkat lunak EDI digunakan untuk mengubah format dokumen perusahaan
ke dalam format EDI yang berstandarisasi secara spesifikasi melalui berbagai
industry dan peraturan internasional.
EDI melalui Internet, menggunakan jaringan-jaringan pribadi virtual yang
aman, sbeuah aplikasi perdagangan komersial B2B yang sedang tumbuh.
EDI masih menjadi format tranmisi data yang popular di antara mitra
perdagangan utama, terutama untuk mengotomatisasi transaksi berulang, meskipun
ini lambat laun telah diganti dengan XML berbasis layanan situs. EDI secara
otomatis melacak perubahan permintaan, mendorong pesanan, tagihan, dan dokumen
lain yang berhubungan dengan transaksi, dan menjadwalkan dan menginformasikan
pengiriman dan pembayaran.
Peranan SCM
Peranan teknologi informasi dlaam SCM adalah untuk mendukung
tujuan-tujuan ini dengan sistem informasi antar perusahaan yang menghasilkan
banyak dari hasil-hasil sebuah bisnis perlukan untuk mengelola rantai
pasokannya secara efektif. Sehingga banyak perusahaan yang memasang perangkat
lunak SCM dan mengembangkan sistem informasi SCM berbasis situs.
Tujuan dan hasil dari manajemen rantai pasokan dicapai bagi sebuah
bisnis dengan bantuan sistem informasi SCM anatr perusahaan.
|
Tujuan SCM
|
|
Hasil SCM
|
|
Apa?
Menetapkan tujuan, kebijakan, dan petunjuk
pengoperasian
|
Strategi
|
·
Tujuan
·
Kebijakan
pasokan (tingkat pelayanan)
·
Desain
jaringan
|
|
Berapa banyak?
Menyebarkan sumber daya untuk mencocokkan pasokan
dan permintaan
|
Taktis
|
·
Perkiraan
permintaan
·
Produksi,
pengadaan, perencanaa logistic
·
Target
persediaan
|
|
Kapan? Ke
mana?
Jadwal, pengawasan, pengendalian, dan penyesuaian
produksi
|
Operasional
|
·
Penjadwalan
pusat kerja
·
Pesanan/pelacak
persediaan
|
|
Tindakan
?
Membangun dan mengangkut
|
Pelaksanaan
|
·
Siklus
pesanan
·
Perpindahan
bahan
|
Perencanaan
utama serta fungsi dan pelaksanaan dan hasil yang bisa diberikan oleh perang
lunak SCM seperti yang disajikan pada manajemen rantai pasokan mySAP
Manfaat dan Tantangan SCM
Menciptakan infrastruktur SCM seketika adalah hal yang menakutkan dan
berkelanjutan serta sering sekali menjadi kegagalan beberapa alasan. Alasan
utamanya bahwa perencanaan, seleksi dan implementasi solusi SCM menjadi lebih
kompleks saat kecepatan teknologi mengubah percepatan dan jumlah mitra perusahaan
yang bertambah.
Fungsi dan potensi manfaat manajemen rantai pasokan yang ditawarkan oleh
SCM di sederatan perangkat lunak bisnis elektronik mySAP.
|
Fungsi SCM
|
Hasil SCM
|
|
Perencanaan
|
|
|
Desain rantai pasokan
|
· Mengoptimalkan jaringan pemasok, pabrik dan pusat distribusi
|
|
Perencanaan permintaan dan pasokan secara kolaboratif
|
· Mengembangkan perkiraan yang akurat terhadap permintaan pelanggan
dengan membagikan perkiraan permintaan dan pasokan segera di seluruh deretan
ganda
· Scenario kolaboratif berbantu Internet, seperti perencanaan, perkiraan
dan penambahan yang kolaboratif ( collaborative planning, forecasting, and
replenishment – CPER), serta persediaan yang dikelola penjual.
|
|
Pelaksana
|
|
|
Manajemen bahan
|
· Membagi informasi persediaan dan pengadaan pesanan dengan akurat
· Memastikan bahan yang dibutuhkan untuk produksi tersedia di tempat
yang benar di waktu yang tepat
· Mengurangi pengeluaran bahan mentah, pengadaan biaya, keamanan stok,
serta persediaan bahan mentah dan barang jadi.
|
|
Pabrikasi kolaboratif
|
· Perencanaan dan jadwal yang optimal saat mempertimbangkan sumber daya,
bahan, dan kendala ketergantungan.
|
|
Pemenuhan kolaboratif
|
· Berkomitmen untuk pengiriman tepat pada waktunya
· Memenuhi pesanan semua saluran tepat waktu dengan manajemen pesanan,
perencanaan transportasi, dan penjadwalan mesin
· Mendukung keseluruhan proses produksi, termasuk penjemputan,
pengemasan, pengapalan dan pengiriman ke luar negeri
|
|
Manajemen hal rantai pasokan
|
· Mengawasi setiap tahapan dari proses rantai pasokan,mulai dari
penawaran harga sampai saat pelanggan menerima produk, dan menerima
pemberitahuan ketika timbul masalah.
|
|
Manajemen keinerja rantai pasokan
|
· Melaporkan pengukuran kunci dalam rantai pasokan, seperti tariff
pengisian, siklus waktu pesanan, dan pemanfaatan kapasitas
|
Table diatas menekankan manfaat bisnis utama yang mungkin dengan sistem
manajemen rantai pasokan yang efektif. Perusahaan mengetahui bahwa sistem SCM
dapat memberikan mereka kunci manfaat bisnis seperti pengolahan pesanan yang
lebih cepat dan lebih akurat. Semua manfaat SCM ini ditujukan untuk membantu
sebuah perusahaan mencapai ketangkasan dan kepekaan dalam memenuhi permintaan
pelanggan dan kebutuhan mitra bisnisnya.
![]() |
|||||||||||
![]() |
|||||||||||
![]() |
|||||||||||
![]() |
![]() |
||||||||||
![]() |
|||||||||||
Tujuan manajemen Rantai Pasokan
![]() |
|||
![]() |
|||
|
Tahapan ke-1 SCM
· Pengembangan rantai pasokan saat ini
· Rantai pasokan, perdagangan komersial yang bertambah
leluasa
|
Tahap ke-2 SCM
· Tautan intranet/ekstranet ke mitra perdagangan
· Ekspansi jaringan pemasok
|
Tahap ke-3 SCM
·
Perencanaan
dan pemenuhan kolaboratif
·
Ekstranet
dan pertukaran berbasis kolaborasi
|







